BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung AKBP Bobby Marpaung membantah adanya izin atau pemberian akses bagi salah satu pedangan yang hendak menemui Direktur PT Prabu Artha Makmur Ferry Sulistyo alias Alay, pada Senin malam (2/4/2018) di ruang Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Mapolda Lampung. "Enggak ada, kan jam besuk sudah ada, jadi dari kami (red Ditreskrimum) tidak ada rekomendasi," ujarnya saat ditemui di Mapolda Lampung, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, ia juga membenarkan telah bertemu dengan Kuasa Hukum pedangan pasar Smep yakni Firman Simatupang. Dari pertemuan tersebut,  Bobby menjelaskan kalau pihak pedagang yang diwakili oleh Firman hendak bertemu dengan Alay untuk mediasi, dan meminta dipertemukan dengan Alay, terkait ganti rugi, namun secara prosedural tidak dibolehkan, dan Firman pun tak diizinkan. "Kalau mau bahas mediasi, ya kuasa hukum Alay, ketemu sama dia, baru bisa, kalau mau ketemu ya enggak bisa," kata mantan Wakapolresta Bandar Lampung itu.



Bobby juga memastikan pengajuan penangguhan penahanan tidak akan diterima, seperti yang disebutkan pedagang kalau dalam waktu 2 Minggu kedepan, Alay bisa keluar. "Sudah ada penangguhan tapi kan ditolak, perintah atasan juga jangan diterima," kata Alumnus Akabri 1993 itu.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR