KALIANDA (Lampost.co)--Puluhan warga Desa Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, unjuk rasa di perusahaan Juang Jaya Abdi Alam (JJAA) yang berada di desa setempat, Senin (11/3/2019). 

Warga menuntut perusahan penggemukan sapi untuk mengembalikan uang mereka yang diinvestasikan dengan jumlah perkiraan sebanyak puluhan miliar. 
Unjuk rasa dilakukan merupakan puncak kekesalan puluhan warga yang sudah investasi modal, namun pihak perusahaan feedloter tidak mau bertanggung jawab. 
Menurut salah seorang warga yang berunjuk rasa, Baharudin (41), mereka menanam atau investasi modal melalui General Manajer Humas and Affairs PT JJAA, Hendra Yudi dengan membagi keuntungan sebesar 12%.



Setelah berjalan sekitar satu tahun memberikan keuntungan, perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2001 silam, sudah tidak membagikan hasil lagi. 
"Sudah sempat tatun berjalan sekitar satu tahun pembagian hasil, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi," kata dia. 
Setelah ditunggu tidak ada kabar, warga menanyakan kepastian pembagian hasil ke PT JJAA. Namun perusahaan berdalih jika tidak ada penanaman modal dan yang dilakukan General Manager Humas and Affair diluar tanggung jawab PT JJAA. 
"Setelah kami tanyakan langsung, pihak perusahaan berdalih di luar tanggung jawab mereka," ujarnya. 

Aksi serupa akan terus dilakukan, sampai dengan perusahaan memenuhi tuntutan warga yang ingin uang mereka di kembalikan oleh  PT JJAA. 
"Kami akan terus lakukan aksi seperti ini sampai dengan uang dikembalikan," ujar Sobirin (51) warga lainnya. 

Sementara itu, General Manajer Afair PT JJAA, Tama Roni Usman menjelaskan pihaknya sudah melaporkan perbuatan Hendra Yudi ke Polres Lampung Selatan. "Perusahan sudah melapor ke Polres, karena memalsukan dokumen perusahan," ujarnya. 

Dijelaskannya, Hendra Yudi sudah tidak pernah masuk kerja, sehingga pihak perusahaan menganggap Ia mengundurkan diri akhir tahun 2018 lalu. 
"Saya menggantikan posisinya di perusahaan ini sekarang," ujarnya. 

Mediasi antara warga dan PT JJAA tidak temukan jalan keluar, karena perusahaan tersebut tidak bisa penuhi tuntutan puluhan warga tersebut. 
"Ada beberapa opsi yang ditawarkan, tapi perusahaan tidak menyanggupi," kata Kepala Desa Kotadalam, Asli Jauhari. 

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun lampost.co, puluhan warga yang menanamkan modal ke prusahaan itu mencapai 40 orang dengan besaran uang sekitar Rp28 miliar. 
Warga yang menamakan modal percaya, karena perusahaan penggemukan sapi asal Australia itu merupakan perusahaan penanam modal asing. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR