MENGGALA (Lampost.co)-- Berbagai modus tindak kriminal mengintai masyarakat. Salah satunya dengan cara berpura-pura menjadi korban penganiayaan. 
 
Modus tersebut, yang dilakukan Agung Irawan (21 tahun) warga Dusun IV, Kampung Pendowoasri, Kecamatan Denteteladas, Tulangbawang bersama rekannya R yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) aparat Kepolisian Sektor Denteteladas. 
 
Kapolsek Denteteladas AKP Rohmadi mengatakan, modus kejahatan yang dilakukan kedua pelaku dengan cara mengaku anggota keluarganya telah menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh calon korbannya. 
 
Kemudian, para pelaku membawa calon korbannya ke tempat sepi dan meminta barang-barang berharganya. Jika korban tidak memberikan barang miliknya, para pelaku akan mengancam dan tidak segan-segan menganiaya korbannya. 
 
Penangkapan terhadap pelaku kata Rohmadi, berdasarkan laporan Imam Muzaki (18) warga Jalur 05, Petak 13, Blok 01, Kampung Bratasenaadiwarna, Kecamatan Denteteladas. Ia mengalami kerugian dua unit ponsel yang ditaksir senilai Rp4 juta. 
 
"Pelaku AI ditangkap, Minggu (7/7/2019), sekitar pukul 11.00 WIB, di sebuah kontrakan yang berada di Kampung Pendowoasri," kata Rohmadi, Senin (8/7/2019). 
 
Rohmadi menjelaskan, aksi kejahatan yang dilakukan kedua pelaku terhadap Imam Muzaki terjadi, Sabtu (6/7/2019), pukul 19.30 WIB, di taman PT Central Pertiwi Bahari (CPB) Kampung Bratasena Adiwarna. Korban juga sempat dipukuli para pelaku, karena berusaha mempertahankan barang berharganya. 
 
Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti sepeda motor Yamaha Mio warna hitam tanpa plat nomor, HP Samsung J2 Prime dan HP Samsung Galaxy Prime. Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Denteteladas. 


 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR