BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Merasa ditelantarkan suami selama tiga bulan, Rosmini Rya Putri melaporkan suaminya Eko Pranoto ke Polda Lampung.  
Rosmini Selasa (5/2/2019), warga Jalan Pulau Singkep, Sukabumi, Bandar Lampung itu menceritakan pengalaman pahit bersama suaminya.

Awal 2018 lalu, Rosmini menikah dengan dengan Eko Pranoto. Eko yang mengaku bujang itu, diterima sebagai calon suami bagi Rosmini dan keluarga. Namun, selang dua bulan berkeluarga, Rosmini mendapati buku nikah Eko bersama istri lain di loker meja. Buku nikah itu diterbitkan di Lampung Tengah. Sontak, Rosmini terkejut.  



Dari kejadian itu, Rosmini merasa ditipu oleh suaminya, Eko. Selanjutnya, Rosmini tidak lagi bersama suami dan mertuanya di Jatimulyo. Ia tinggal bersama kerabatnya di Sukabumi, Bandar Lampung. Merasa ditelantarkan selama tiga bulan, Rosmini melapor ke Polda Lampung dengan nomor laporan B/731/XI/RES.1.24/2018/Ditreskrimum pada 15 November 2018 lalu.

Eko pun mengajukan cerai ke pengadilan agama Bandar Lampung. Beberapa kali sidang ia ikuti bersama suaminya. Puncaknya, pada 21 Januari 2019, ikrar talak Eko Pranoto terhadap Rosmini dihadapan hakim pengadilan agama tuntas. Rosmini merasa dirinya hancur. "Saya diberi Rp1,5 juta. Saya hanya bisa menangis. Saya rasanya lebih rendah dari pelacur. Dia bisa membayar pengacara, sementara memberi uang istirnya hanya segitu," kata Rosmini.

Pengacara Eko, Hendri Adriansyah menuturkan jika hasil perceraian Rosmini tidak menerima, maka bisa saja Rosmini mengajukan banding setelah 14 hari sejak putusan. Ia menilai, wajar kalau Eko memberikan Rp1,5 juta kepada Rosmini karena kliennya hanya bekerja sebagai buruh.

Sementara itu, Sultan pengacara Rosmini menuturkan bahwa meski telah sudah talak cerai, pihaknya akan tetap mengusut atas dugaan penelantaran terhadap Rosmini. "Karena penelantaran juga merupakan bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)," kata Sultan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR