BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, menjatuhkan hukuman selama 7,6 tahun pidana penjara terhadap Jackson alias Aldo (29) warga Jalan Yos Sudarso Gang Kenari 1, LK II, RT 002, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung.

Selain pidana penjara tujuh tahun dan enam bulan kurungan terdakwa juga kata Hakim Ketua Fitri Ramadhan didampingi dua hakim anggota A Lakoni dan Aslan Ainin, dibebankan membayar pidana denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan.



Hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum bahwa terdakwa secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidan tanpa hak melawan hukum melakukan percobaan pemupakatan jahat untuk menjual, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman dengan berat dengan berat 0,1351 gram.

Menurut Hakim, terdakwa Jackson terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara oleh karena itu terhadap terdakwa selama tujuh tahun dan enam bulan kurungan, dipotong masa tahanan sementara yang telah dijalani, menjatuhkan pidana dendam terhadap terdakwa sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan," kata Hakim Ketua Fitri Ramadhan, Kamis (16/8/2018).

Perbuatan yang dilakukan terdakwa Jacksen alias Aldo bermula pada 27 Maret 2018, saat itu tiga anggota polisi Polda Lampung mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdakwa sering melakukan penyalagunaan narkotika dengan memperjualbelikan narkotika jenis sabu-sabu.

"Polisi kemudian melakukan penyamaran dan menghubungi terdakwa melalui telepon dengan pura-pura akan membeli sabu. Lalu terdakwa pun menyanggupinya dan dia (terdakwa) membeli sabu dari bandar atas nama Dedek untuk diserahkan kepada polisi yang menyamar tersebut," kata Majelis hakim.

Setelah terdakwa mendapatkan barang haram dari Dedek, kemudian terdakwa menyepakati untuk bertemu dengan anggota polisi yang menyamar di Jalan Diponegoro. "Setibanya di Jalan Diponegoro, terdakwa ditangkap oleh anggota polisi yang menyamar tersebut," kata Hakim Ketua.

Saat dilakukan pengkapan ditemukan satu bungkus rokok yang didalamnya berisikan plastik bening yang didalamnya terdapat kristal putih sabu-sabu. Berdasarkan berita acara pemeriksaan laboratoris No. 192 AP/IV/2018 balai laboratorium narkoba tertanggal 11 April 2018 disimpulkan bahwa benar serbuk putih mengandung metamfetamina dan terdapat golongan 1 nomor urut 61 laporan UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR