BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan (BAP) Bar, warga Fajar Bulan, Jatiagung, Lampung Selatan, yang menjadi tersangka ujaran kebencian, terhadap presiden Kapolri, dan beberapa pejabat lainnya.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Subakti melalui pejabat sementara Kasubdit V Tindak Pidana Cybercrime, Kompol Rahmad Mardian mengatakan dari pemeriksaan, Bar mengaku men-share ujaran kebencian atas dasar pribadi sendiri, tanpa ada arahan dari orang lain.

Berita Terkait: Jelang Putusan MK, Pelaku Ujaran Kebencian ke Presiden Ditangkap



"Ia mengakui ada tiga akun yang ia gunakan, ia sadar, apa yang ia unggah tidak ada pengaruh dari orang lain melainkan dari dorongan diri sendiri, memang isenang mengikuti perkembangan politik di Indonesia," ujarnya di Mapolda Lampung, Jumat (28/6/2019).

Bar pun memproduksi konten tersebut walau berdasarkan inisiatif pribadi, namun beberapa konten hoaks dan ujaran kebencian tersebut ia dapat dari grup-grup Facebook yang mendukung salah satu Paslon presiden.
"Namun itu hanya sebatas grup, bukan yang terlibat dengan atasan, petinggi partai, atau hal lainnya," katanya. 
Saat diperiksa, Bar pun sudah didampingi oleh Kuasa hukum. Namun hingga saat ini, belum ada upaya penangguhan penahanan baik dari kuasa hukum maupun pihak keluarga. Pihaknya pun telah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejati Lampung, pada Jumat (28/6/2019).

"Kalau didampingi pasti, karena sesuai dengan KUHAP ancaman pidana di atas 5 tahun, dan dia ada pengacara sendiri, bukan dari kepolisian atau dari kami," kata alumnus Akabri 2003 itu.
Sementara guna melakukan pencegahan dan mengembangkan perkara tersebut, pihaknya menguat Patroli Cyber.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR