BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Negeri Badar Lampung mengahdirkan tiga terdakwa dalam perkara kasus penerimaan politik uang (money politic) di dalam Lapas Rajabasa pada Senin, 25 Juni 2018 silam.
Ketiga terdakwa yakni Apin (33) Warga Jalan Tangkuban Perahu Gang Malahar No 17, Kelurahan Kupang Kota, Telukbetung Bandar Lampung, selain itu Suhaimi (36) Warga Cut Nyak Dien, Gang Sukajadi, Kaliawi Bandar Lampung dan Terdakwa Mawardi (45) warga Jalan Hayam Muruk, Gang Macan, Tanjungkarang Timur Bandar Lampung.
Ketiga terdakwa merupakan narapidana yang tengah menjalani hukuman dalam lapas Rajabasa. Jaksa Penuntut Umum M.Randi Al Kaisya dalam dakwanya mengatakan perbuatan para terdakwa diatur diancam dan dalam pidana pasal 187A (2) Jo Pasal 73 Ayat 4 UU RI Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota menjadi udang undang.
Ketiga terdakwa Kata Jaksa dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menerima pemberian atau janji, mengunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memilih calon tertentu atau tidak memilih jalan tertentu.
Perbuatan para terdakwa dilakukan pada 25 Juni 2018 setelah penghuni lapas Rajabasa menunaikan salat Asar di masjid yang ada didalam lapas, lalu pada pukul 16.30 Wib saksi Herman melihat Mgs Intan membagikan-bagikan uang terhadap sesama penghuni lapas diantaranya kepada tiga terdakwa.
"Saksi Herman mengamankan tiga terdakwa berikut barang bukti berupa uang Rp250 Ribu, dengan rincian terdakwa satu yakni Apin didapatkan barang bukti uang Rp150 Ribu, terdakwa dua Suhaimi Rp50 Ribu dan terdakwa Tiga Mawardi sebesar Rp50 Ribu," kata Jaksa Randi di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Rabu (25/7/2018).

Maksud dari pembagian uang yang dilakukan Mgs Intan kepada para terdakwa agar memilih pasangan nomor urut 3 Arinal-Nunik pada pemilihan gubernur 27 Juni 2018. Terdakwa Mgs Intan (dakwaan terpisah) saat memberikan uang kepada terdakwa satu mengatakan supaya memilih pasangan nomor urut 3 pada saat pemilihan gubernur.



 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR