BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang menjatuhkan vonis terhadap Yosa Aditya Putra (28) warga Jalan Ikan Baung, Kampung Jualang Raya, LK II, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, dengan pidana penjara selama 11 tahun kurungan penjara atas penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan 10 butir pil jenis ekstasi.

Terdakwa, kata Hakim Ketua Aslan Ainin didamping dua hakim anggota A.Lokani dan Fitri Ramdhan, dinyatakan secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan, narkotika golongan 1 bukan tanaman berupa metamefetamin berbentuk kristal warna putih dengan berat 7,38 gram sabu dan 10 butir pil ekstasi.



Hakim menilai perbuatan yang dilakukan terdakwa sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (1) Undang -undang Repoblik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Yosa Aditiya Putra dengan pidana penjara selama 11 tahun, serta denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan, menetapkan barang bukti disita untuk dimusnahkan," kata Jaksa.

Penangkapan yang dilakukan terdapat terdakwa bermula, Selasa (6/7/2018), saat itu anggota satuan narkoba Polres Bandar Lampung mendapat informasi jika di Kecamatan Bumiwaras sering dijadikan tempat penyimpanan narkotika.

Setibanya dilokasi yang dimaksud, anggota polisi masuk ke dalam rumah melakukan penggeledahan, di dalam kamar ditemukan satu bungkus besar narkotika jenis sabu yang terletak di samping bantal tempat tidur terdakwa.

"Saat penggeledahan berlangsung dirumah tersebut, terdakwa datang kemudian anggota polisi melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan anggota menemukan 10 butir pil ekstasi, beberapa bungkus sabu paket kecil serta timbangan digital," kata Aslan Ainin.

Menurut pengakuan terdakwa, barang haram tersebut milik rekannya bernama Yudi (belum tertangkap), terdakwa hanya disuruh menjual barang tersebut dengan upah Rp75 ribu setiap satu paket kecil yang ia jual. Sementara untuk paket sedang yang laku terjual terdakwa mendapat upah Rp100 ribu.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR