KOTABUMI (Lampost.co) -- Guna meningkatkan kesejahteraan bagi nelayan tangkap melalui jaminan santunan kecelakaan, Dinas Perikanan (Distan) Kabupaten Lampung Utara, mengasuransikan 100 nelayan tangkap yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai besar di kabupaten setempat. 
Kepala Bidang (Kabid) Budi Daya dan Tangkap, Dinas Perikanan (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Bukhori, di ruang kerjanya, Rabu (11/10/2017), mengatakan ada 100 nelayan tangkap yang beraktivitas di sepanjang aliran empat sungai besar, yakni Way Rarem, Way Tebabeng, Wonomerto, dan Sindang Sari menerima program asuransi jiwa.
"Dari sekitar 327 nelayan tangkap yang terdata di Dinas Perikanan dan beraktivitas di sepanjang aliran sungai besar maupun anak sungai, 100 nelayan diantaranya telah diasuransikan" ujarnya.
Melalui asuransi itu, setiap nelayan tangkap yang terkaver dalam program dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran (TA) 2017  bekerja sama dengan PT Jasindo  ini, akan menerima jaminan santunan kecelakaan baik cacat maupun meninggal. Dengan nilai santunan bila kecelakaan saat beraktivitas melakukan tangkapan, kalau meninggal sebesar Rp100 juta dan  cacat tetap Rp100 juta ditambah Rp20 juta untuk biaya pengobatan.
Sementara itu, bila tidak melakukan aktivitas dan meninggal mendapat santunan Rp160 juta dan untuk cacat tetap terbagi tiga katagori umur, yakni usia 17 tahun s/d 45 tahun mendapat Rp 160 juta, usia 46 tahun s.d. 55 tahun (Rp40 juta) dan usia 56 tahun s.d. 65 tahun ( Rp20 juta). "Dalam program ini, nelayan tangkap tindak mendapat beban biaya premi asuransi dari PT. Jasindo sebab biaya itu telah di tanggung pihak kementerian dan asuransi pada program ini berlaku selama 1 tahun" kata Bukhori. Menyoal persyaratan untuk menerima asuransi, selain menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga (KK), nelayan tangkap harus terdata sebagai nelayan yang beroperasi di wilayah setempat Dinas Perikanan yang dibuktikan melalui kartu nelayan. "Selain KTP, KK dan kartu nelayan, prsyaratan yang lain untuk mengikuti program ini usia nelayan harus di bawah 65 tahun" kata Buchori. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR