PRINGSEWU (Lampost.co)--Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu melakukan tugal kedelai perdana di Kelompok Tani Sri Sedana, Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Rabu (29/8/2018).

Kegiatan tugal kedelai perdana ini dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Romzi Halim mewakili Bupati Pringsewu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Proteksi Tanaman Provinsi Lampung, Bagio Warsito, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda, Camat Ambarawa Yuli Susapto danan jajaran Uspika setempat serta perwakilan petani kedelai sebanyak 150 orang.



Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Romzi Halim, menerangkan sangat bangga karena petani dapat memanfaatkan lahannya secara optimal dalam penanaman kedelai di musim tanam ke-3.
Kabupaten Pringsewu telah memiliki Unit Penangkaran Desa Mandiri Benih Kedelai sebanyak dua tempat yang salah satunya berada di pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa. "Bantuan yang pemerintah berikan berupa gudang benih, lantai jemur, alat prosesing, dan sarana produksi kedelai sangat bermanfaat bagi petani", ungkapnya.

Romzi berharap semoga bantuan ini dapat memberikan nilai lebih dan dapat menghasilkan benih yang baik untuk memenuhi kecukupan benih di Kabupaten Pringsewu.

Kabupaten Pringsewu juga mendapatkan alokasi bantuan pengembangan kedelai seluas 1.543 ha, yang berada di 8 Kecamatan: Kecamatan Adiluwih 276 ha,  Ambarawa 535 ha, Pagelaran Utara 40 ha, Gading Rejo 259,5 ha, Sukoharjo 85 ha, Banyumas 100 ha, Pringsewu 100 ha dan Pardasuka 147,5 ha.

Potensi hasil produksi kedelai di Kecamtan Ambarawa sangat baik yaitu mencapai 2,8 ton/ha dengan varietas gepak kuning. Dia berharap dengan adanya bantuan pemerintah sebagi stumulan bagi para petani untuk dapat terus meningktakan produksi secara berkelanjutan sehingga dapat meningktakn kesejahteraan petani di Kabupaten Pringsewu.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Pringsewu Iskandar Muda,  mengharapkan pendapatan petani dapat naik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu cara meningkatkan pendapatan petani yaitu menjual produk pertanian bukan dalam bentuk produk mentah.

Dia menambahkan kegiatan yang telah dilakukan Kabupaten Pringsewu yaitu peningkatan nilai gabah konsumsi menjadi gabah sebagai benih. Kagiatan ini telah memberikan dampak positif terhadap kenaikan pendapatan petani penangkar padi. Permasalahan utama dalam pengembangan kedelai adalah pemasaran dan harga jual. "Sulitnya mencari pasar dan harga yang rendah saat panen raya, memberikan dampak ketakutan pada para petani untuk mengembangkan tanaman kedelainya", ungkapnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR