KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamping Selatan akan bekerja sama dengan otoritas jasa keuangan (OJK) dalam upaya pemulihan pascatsunami Selat Sunda, khususnya di wilayah Lampung Selatan.

"Jadi, untuk pemulihan pascabencana tsunami, kami tidak bisa melakukan sendiri untuk membangkitkan gairah dunia pariwisata di Lampung Selatan. Oleh sebab itu, kami akan menggandeng OJK," ujar Kepala Disparbud Lamsel Yuda Sukmarina, Minggu (12/1/2019), ketika dihubungi via ponselnya.



Menurut dia, dalam rapat koordinasi (rakor) dengan Kementerian Pariwisata di Jakarta belum lama ini yang dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung dan Gubernur Banten, Disparbud Lampung khususnya Disparbud Lampung Selatan diminta untuk melaksanakan aksi pemulihan dan sosialisasi.

Untuk sosialisasi, kata Yuda Sukmarina, Disparbud Lampung Selatan akan memberikan kepada penjaga pantai (balawista) dan para kelompok sadar wisata (pokdarwis). "Kendati demikian, untuk pemulihan pascabencana tsunami, kami akan lakukan setelah dilakukan relokasi para korban tsunami. Artinya, lokasi yang terdampak apakah nantinya akan dijadikan zona wisata atau bagaimana," jelasnya.

Disinggung berapa anggaran yang diperoleh Pemkab Lampung Selatan melalui Disparbud Lamsel untuk pemulihan pascatsunami, Yuda Sukmarina mengatakan anggaran Rp33 miliar merupakan dana alokasi khusus (DAK) bagi Disparbud Provinsi Lampung, kota, dan kabupaten se-Lampung. "Untuk Lampung Selatan mendapatkan Rp2 miliar dari DAK, guna pemulihan pascatsunami," katanya.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR