MENGGALA (Lampost.co)-- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulangbawang mengklaim para pelaku usaha yang berdiri di kabupaten setempat telah menerapkan upah minimum kabupaten (UMK) yang baru kepada pekerja. 
 
Ditahun ini, UMK Kabupaten Tulangbawang mengalami kenaikan sebesar 8,3 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp2.084.322,98 menjadi Rp2.251. 694,12. 
 
"Dari sample yang kita kroscek di PT BSSW Kecamatan Banjarmargo, PT Menggala Berseri di Kecamatan Menggala Timur, dan PT Menggala Sawit Indo Kecamatan Menggala Timur. Perusahaan telah membayarkan gaji karyawan sesuai dengan UMK yang baru," kata Kepala Dinas Disnakertrans Tulangbawang Nurmansyah melalui Kabid HI dan Jamsos Andri, Senin (29/4/2019). 
 
Berdasarkan data tahun 2017 lalu, kata Andri, tercatat 190 perusahan berdiri di Tulangbawang. Perusahaan tersebut bergerak di bidang perkebunan, koperasi simpan pinjam, penyedia jasa tenaga kerja, pabrik tapioka, retail, dealer, perbankan, rumah makan, jasa telekomunikasi, jasa pembiayaan, jasa perhotelan, yayasan pendidikan, migas, dan BUMN. 
 
Dari perusahaan yang berdiri tersebut, terdapat 27.280 orang tenaga kerja. Terdiri dari 17.719 tenaga kerja laki-laki dan 9.561 tenaga kerja perempuan. Sedangkan di Disnakertrans Kabupaten Tulangbawang tercatat ada 27 serikat pekerja yang terdaftar. 
 
"Tapi itu berdasarkan data tahun 2017 lalu. Kalau data terbaru enggak ada," kata dia. 
 

 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR