BARANG bukti hasil kejahatan dengan aparat hukum memang harus disita. Tujuannya agar barang tidak hilang atau rusak, karena akan digunakan pada proses hukum lanjutan.

Ya dacok tiajuko nginjam pai halat seno, kik senangun aga tipakai jadi penyepoan (Ya bisa diajukan pinjam-pakai, kalau memang barang itu dipakai untuk mencari penghidupan).



Tapi ini yang menyita adalah penjajah, Amerika Serikat (AS) akan mengembalikan lonceng gereja Filipina yang disita pasukannya satu abad lalu. Pasukan AS mengambil tiga lonceng dari Gereja Katolik Kota Balangiga di Pulau Samar pada 1901.

Seperti dilansir dari South China Morning Post, lonceng ini dianggap rampasan perang di tempat operasi militer AS yang sangat brutal. Presiden Duterte mengangkat masalah ini dalam omelan anti-Amerika saat ia membangun hubungan lebih dekat dengan Tiongkok dan Rusia.

Iya kidah diakuk ana, bang hak mesaka ga. Acak tiulangkon, wat-wat gawoh (Iyalah diambil, kok terlalu lama. Lebih baik dipulangkan. Ada-ada saja).

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR