KOTABUMI (Lampost.co) -- Tiga titik rawan di jalan lintas Sumatera yang terletak di Kabupaten Lampung Utara harus diwaspadai pengendara yang melintas. Pasalnya, jalan lintas tersebut memiliki trek lurus yang panjang sehingga membuat pengendara kerap memacu kendaraan hingga lupa akan keselamatannya sendiri. 

Dinas Perhubungan Lampura sendiri telah melakukan berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi sampai aksinya nyata di lapangan. Seperti pemasangan marka jalan dan gridel atau pembatas jalan. Namun masih saja kecelakaan tidak dapat terhindar, seperti jalinsum KM 141-142 Desa Cahayanegeri-Oganlima ujung, Kecamatan Abung Barat.



"Itu tepatnya, mulai dari simpang arah ke Tajungraja-Oganlima. Itu treknya lurus, tapi sering kali pengendara terbuai sehingga lupa akan keselamatan berlalu lintas. Belum lama ini juga ada kejadian, bahkan staf kami sendiri, " kata Kasi Wasdalin Dishub, Runmizar bersama Kasi Manajemen dan Rekayasa, Dincu mendampingi Kepala Basirun Ali diruangannya, Senin (27/8/2018).

Menurut pria disapa Uci itu, selain itu daerah rawan kecelakaan lain yang menjadi perhatian ialah di Desa Kalibalanga, Kecamatan Abung Selatan. Tepatnya, mulai dari Taruko sampai ke Simpang Tujok- turunan ABC. Keadaannya sama, jalan lurus dengan sedikit belokan dan turunan.

"Antisipasi kita dengan melakukan pemasangan rambu, tapi lagi-lagi kesadaran penggunalah yang utama. Untuk menangkal kecelakaan berlalu-lintas," terangnya.

Ia menambahkan, selain itu di Desa Blambanganpagar, Kecamatan Blambangan Pagar juga sering terjadi kecelakaan. Karena jalannya banyak berliku dengan keadaan agak sempit, bahkan sampai tiga kali di pasang pembatas dan gridel tetap saja ada kejadian.

"Ya itu tepatnya di tengah-tengah desa, sampai disana kita pasang gridel sebagai pembatas jalan. Kalau rambu yang kita pasang lebih dari tiga kali rusak dihantam kendaraan. Kalau sosialisasi sudah sering, sekarang dikembalikan pada kesadaran pengendara saja," tambahnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR