LIWA (Lampost.co) -- Dinas Kependudukan dan Capil Lampung Barat akan terus melakukan penyisiran terhadap warga yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) anomali.

Kepala Dinas Dukcapil Lambar Wasis Sembiring, Selasa (27/11/2018), mengatakan sejak setahun ini pihaknya telah menemukan ratusan lebih NIK anomali.
NIK anomali itu adalah NIK yang tercatat dalam KTP-el berbeda dengan NIK yang tercatat dalam KK.



Untuk warga yang NIK dalam KTP-elnya berbeda dengan NIK dalam KK ditemukan anomali maka pihaknya langsung menghapusnya. NIK yang dipakai adalah NIK terbaru berdasarkan KTP-el.

Wasis menjelaskan, NIK anomali itu terjadi antara lain disebabkan ada warga yang meminta dibuatkan KK baru dengan alasan KK yang lama hilang. Kemudian ada juga warga yang pindahan tetapi tanpa membawa surat pindah langsung meminta dibuatkan KK. Penemuan data NIK anomali seperti ini hampir terjadi merata disemua kecamatan.

Pihaknya berharap, jika ada masyarakat yang memiliki NIK anomali agar segera melapor dalam rangka sinkronisasi serta untuk mengetahui tentang berapa jumlah penduduk wajib KTP yang sebenarnya. Sebab jika NIK anomali itu tidak dihapuskan pada salah sahtunya maka nama tersebut tetap akan masuk dalam data wajib KTP yang belum melakukan perekaman.

Ia menjelaskan, adanya NIK anomali ini diketahui setelah yang bersangkutan mengurus keperluan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR