BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Usai dinyatakan diterima dan melakukan daftar ulang di sekolahnya masing-masing, maka peserta didik SMA dan SMK mengikuti awal Proses Belajar Mengajar (PBM) dimulai pada 15 Juli 2019 pukul 07.30-14.00 WIB. Kemudian untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai pada 15-17 Juli 2019 pukul 07.30-14.00 WIB.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung akan menggelar agenda MPLS tersebut dengan mengundang siswa dan orang tua siswa dari perwakilan sekolah masing-masing untuk diberikan beberapa materi pengenalan sekolah. Agenda tersebut juga untuk menghindari adanya tindakan kekerasan atau perpeloncoan dari seniornya kepada peserta didik baru.



Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar mengatakan MPLS secara simbolis akan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Senin (15/7/2019) yang dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim. Kemudian peserta yang hadir merupakan perwakilan peserta didik baru dari SMA dan SMK yang ada dan didampingi oleh orang tua atau wali siswa.

"Dalam acatara tersebut akan diisi dengan sosialisasi anti narkoba oleh BNN, sosialisasi anti korupsi dari Kejaksaan Tinggi dan sosialisasi anti bullying dan UU ITE dari Polda Lampung," kata Sulpakar dikantornya, Senin (8/7/2019).

Kabid Pembinaan SMA dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Diona Katharina mengatakan perwakilan siswa dari SMA dan SMK di Bandar Lampung ada sekitar 3.000 orang yang berasal dari sekolah negeri dan swasta. Ia mengatakan diacara tersebut sekaligus melaunching Program Lampung Mengaji.

"Usai sehari melaksanakan MPLS di GSG UNILA maka dilanjutkan disekolah masing-masing. Yang paling penting ialah tidak ada keterlibatan kakak-kakak senior dalam perkenalan sekolah. Sehingga tidak ada pelonco-peloncoan dalam bentuk apapun," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya menjamin dalam masa pengenalan lingkungan sekolah tidak akan terjadi perpeloncoan kepada peserta didik baru. Apabila terjadi perpeloncoan maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada oknumnya dan pihak sekolahnya. "Kita jamin tidak ada dan tidak boleh melakukan perpeloncoan tersebut," katanya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR