KOTABUMI (Lampost.co) --  Aksi joged massal dengan lantunan musik keras atau dikenal sebagai Dugem menjadi viral di dalam saring belakangan, pasalnya itu disinyalir dilakukan oleh para siswa sekolah menengah pertama milik pemerintah beserta para gurunya dalam perayaan puncak peringatan HUT ke-74 RI yakni SMPN 2 Abung Barat.

 Hingga membuat kecaman dari sebagian netizen dan para orang tua, bagaimana tidak seharusnya para pelajar itu menunjukkan kemampuan atau prestasi itu malah sebaliknya dipertontonkan hingga menjadi konsumsi kurang mendidik dikhalayak ramai atau sosial media.



Tak ketinggalan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampura, bereaksi usai viralnya video tersebut. Apalagi itu dilakukan berbarengan dengan peringatan hari kemerdekaan bangsa dari penjajahan belanda. Selain menimbulkan pengaruh negatif, tentunya hal tersebut menjadi hiburan ditengah-tengah upaya pemerintah melaksanakan pembangunan khususnya di bidang pendidikan.

"Tentunya ini akan kita dalami terlebih dahulu, seperti apa faktanya dilapangan. Tidak sekonyong-konyong memberikan hukuman, akan kita lihat dahulu baru tindak lanjutnya, " kata Kasi SMP Disdikbud Lampura, Merlyn Sofia mewakili Plt Kepala Toto Sumedi, Jumat, 23 Agustus 2019.

Pihaknya cukup menyesalkan kejadian tersebut, bila itu benar dilakukan. Serta akan melakukan pembinaan intensif agar hal memalukan tersebut tidak terulang kembali. Sehingga merusak citra pendidikan di kabupaten tertua di Lampung itu.

"Tentunya kita akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mengetahui ikhwal beredarnya video vital tersebut. Sehingga tidak berkembang menjadi bias di masyarakat, "terangnya.

Kepala SMP Negeri 2 Abung Barat, Apinsi tak menampik hal tersebut dan mengakui itu dilakukan disekolah serta oleh perserta didik berserta gurunya. Namun mengelak memberikan izin bersuka ria dengan music keras ala dugem bahkan hingga viral tersebut. Dan mengaku tidak ada ditempat, karena sedang dalam perawatan medis.

"Iya, memang benar itu siswa-siswi sekolah ini. Mereka sedang hiburan merayakan hari kemerdekaan dalam pembagian hadiah perlombaan HUT-RI, tapi saya tidak tahu kejadian persis sampai berkembang seperti demikian. Sudah disampaikan kepada guru pembina untuk dapat tertib, tapi ini nasi sudah menjadi bubur sehingga kami mohon maaf sebesar-besarnya, "akunya.

Dari hasil pengamatan, dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik itu mereka (siswa/siswi) asyik berlenggak-lenggok ala musik dugem dipertontonkan. Lebih mirisnya itu dilakukan beramai dan ada salah seorang diantaranya dewasa memakai baju seragam ASN. Didepan kelas, yang berhadapan dengan sebuah pohon pepaya disana.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR