PESAWARAN (Lampost.co) -- Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran menerbitkan surat edaran ke sekolah sekolah, untuk larangan siswa membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suadi, mengatakan, dilema terbesar dalam melarang para siswa membawa kendaraan adalah menyiapkan alat transportasi umum yang akan digunakan untuk para siswa yang akan berangkat ke sekolah.



"Kalau surat edaran sudah kita sebarkan ke sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Pesawaran, khususnya untuk sekolah menengah pertama (SMP), tentang melarang anak sekolah membawa kendaraan bermotor dan juga Handphone ke sekolah," jelasnya. Selasa 17 September 2019.

Menurutnya, letak geografis Kabupaten Pesawaran yang luas, mengakibatkan sulitnya kendaraan umum untuk menjangkau anak anak yang ingin berangkat ke sekolah.

"Kalau sekolahnya berada di pinggir jalan besar, itu bisa saja anak anak muridnya naik kendaraan umum, tapi kalau anak yang berada di pedesaan dalam kan sulit juga menuju ke sekolah kalau tidak menggunakan kendaraan pribadi," paparnya.

Maka dari itu, lanjutnya, dirinya minta kesadaran orang tua murid tentang keselamatan anak anaknya, agar tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

"Luangkanlah waktu untuk mengantar anak anak ke sekolah, karena kalau anak membawa kendaraan takutnya mereka tidak bisa mengontrol emosi, dan akhirnya ugal ugalan di jalan, dan mengakibatkan hal yang tidak kita inginkan," tutupnya. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR