BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Adat menjadi ciri daerah yang beradab sehingga dapat dibawa dalam setiap kegiatan, termasuk keagamaan. Inilah yang menjadi dasar penyambutan secara adat Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di Bandara Radin Inten II di Branti, Jumat (29/9/2017) malam.
Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, didampingi Kepala Litbang Lampung Mulyadi, mewakili Gubernur Ridho Ficardo, menyambut Said Aqil. Tadinya, Gubernur sendiri yang langsung menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU. Tampak Ketua PWNU Lampung Soleh Baijuri, Bupati Lambar Mukhlis Basri, dan anggota Dewan Pakar PSMTI Lampung Herman Gani ikut menyambut Said Aqil.
Penyambutan adat itu sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh agama. Para panglima, pendekar, serta bahatur Kerajaan Adat Sekala Bkhak yang datang dari Lambar, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Kalianda ikut menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU itu. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR