BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kasus perampokan yang mendobrak rumah dan tokoh emas yang terjadi di Lampung Barat, Way Kanan, dan Lampung Tengah pada tahun 2017 masih menjadi pekerjaan utama (PR) yang harus dituntaskan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, untuk mengungkapnya.
Perkara tersebut menjadi tugas yang menanti Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung yang baru yakni AKBP Bobby Marpaung menggantikan Komisaris Besar (Kombes) Heri Sumarji.
AKBP Boby Marpaung mengatakan perkara tersebut merupakan atensi utama yang akan segera dituntaskan, disamping tugas-tugas lain, yang akan diserahkan. Sebelumnya Subdit III Jatanras Ditreskrimum sudah melakukan upaya pengejaran, berkoordinasi dengan Polda Sumsel, bahkan melacak keberadaan pelaku hingga ke Pulau Jawa, namun upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.
"Perkara itu pastinya akan segara saya lanjutkan bersama jajaran, sudah koordinasi jgua dengan personil, itu atensi utama, terutama tugas-tugas yang lansung diberikan oleh bapak Kapolda ke saya," ujarnya saat ditemui di Mapolda Lampung, usai serah terima jabatan, Senin (22/1/2018).
Selain menuntaskan perkara tersebut, penanganan pelaku curat-curas, dan curanmor (C3) menjadi atensi yang diberikan kepada Mantan Wakapolresta Bandar Lampung itu. Upaya pengejaran target operasi sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP), namun dirinya juga mengaku akan mengadaptasi pola penjaringan dan penyekatan (jarkat) yang terbukti efektif, dengan melakukkan pengejaran dan penutupan cela melarikan diri pada pelaku C3 yang baru saja melakukan aksinya. Tindakan represif tentunya akan dilajankan, namun tetap sesuai dengan instruksi Kapolda, dan SOP yang sudah ada.
"Saya tiga tahun di Polresta, tentunya siap melaksankan tugas pengungkapan Ce, apa yang sudah bagus kita lanjutkan. Pola Jarkat juga akan dilakukan, namun akan berkoordinasi dengan Polresta, yang masing-masing Polsek melakukan hal itu. Sifantya kita koordinasi, karena personel kita juga terbatas," ujarnya.
Disinggung soal progres penindakan perkara tahun 2017 yang baru mencapai angka 69% berdasarkan paparan dari Kapolda Lampung sebelumnya yakni Irjen Suroso Hadi Siswoyo, hal itu juga menjadi tantangan utama dirinya. Bobby segera berkoordinasi dengan Heri Sumarji untuk melakukan analisis evaluasi, dan menentukan skala prioritas pengungkapan perkara. Ditahun 2017 jajaran kepolisian diseluruh Lampung menerima laporan 7774 kasus kejahatan konvensional, turun dari tahun 2016, laporan yang masuk 9218 perkara. Dari total 7774 perkara 2017, yang baru selesai yakni 5.388 atau 69%. 
"Terkait hal itu (red tunggakan perkara), akan kami tindak lanjuti. Saya akan koordinasi bersama Pak Kombespol Heri Sumarji, dan lakukan anev," katanya. 
Sementara Kombespol Heri Sumarji yang kini menjabat sebagai Kakorsis Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri itu, juga menegaskan akan segera melakukan koordinasi dan analisis evaluasi (anev) terkait perkara yang belum tuntas di masa jabatannya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR