BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dari 560 warga binaan yang mendapatkan Remisi Khusus I di LP Kelas IA Bandar Lampung, kemungkinan jumlah tersebut bakal berkurang. Ada 48 napi yang tak dapat remisi Idulfitri lantaran positif saat dilaksanakan tes urine.
Pasalnya Kepala LP Rajabasa Sudjonggo telah mengajukan rencana pencabutan remisi Khusus I kepada sekitar 48 narapidana, yang urinenya positif saat pemeriksaan tim Kamtibmas Kanwil Kemenkum dan HAM Lampung dan Diterima Polda Lampung beberapa waktu lalu.

Pencabutan tersebut berdasarkan surat Kanwil Kemenkumham Lampung LP Kelas IA Bandar Lampung, nomor W.9.PAS.1.PK.01.02-2059 tertanggal 11 Juni 2018.
"Awalnyakan 47, lusa setelah sidak gabungan tersebut ternyata kita test urine lagi dan akhirnya jadi 48," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (13/6/2018).
Jumlah tersebut juga belum menentu, karena masih ada kemungkinan adanya limpahan Napi dari LP yang lain. "Itu masih usulan, H-1 nanti dilihat lagi yang mendapatkan," katanya.
Selain itu, 48 napi tersebut terdaftar dalam Register F, sehingga tidak mendapatkan Remisi Khusus dalam satu tahun kedepan. "Dia remisi 17 Agustus juga enggak dapat," katanya.
Kemudian sudah diajukan juga rencana pemindahan ke 48 napi tersebut, ke beberapa Lapas lainnya. Dua kemungkinan yakni napi dengan pidana tinggi seperti 20 tahun seumur hidup dan hukuman mati akan dipindahkan ke Luar Lampung, sedangkan napi dengan vonis rendah bakal dipindahkan ke bebrapa LP yang ada di Lampung, sepeti Kotaagung, Gunungsugih, dan LP Lainnya.
"Itu juga yang diluar provinsi masih menunggu dari pusat, biasanya bisa saja ke Nusa Kambangan, tapi transit dulu di Jakarta," katanya.
Kanwil Kemenkum dan HAM Lampung memberikan remisi Khusus I kepada 3.764 napi, dan remisi Khusus II kepada 37 napi. Dari jumlah tersebut 560 napi di LP Rajabasa awalnya mendapat remisi Khusus I.
"Kalau untuk jumlah pencabutan remisi di LP Rajabasa saya belum monitor itu domainnya Kadivas, tapi ya sesuai jumlah kemarin," ujar Kasubag Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Provinsi Lampung, Erwin Setiawan, Kamis Rabu (13/6/2018).
Sementara Kadivas Kanwil Kemenkum dan HAM Lampung Edi Kurniadi tidak dapat dikonfirmasi, ponselnya dalam keadaan tidak aktif. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR