BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Badan Nasional Narkotika Provinsi Lampung (BNNP) Lampung akhirnya menaikan status mantan Kalapas Kelas II A Kalianda, Muchlis Adjie dari saksi terperiksa menjadi tersangka, Senin (21/5/2018).
Kepastian tersebut dikatakan Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga usai kenaikan status kalapas dari terperiksa sejak Jumat (18/5) dan dilakukan Penangkapan di kantor BNNP Lampung, menjadi tersangka.
"Setelah pemeriksan marathon, dan gelar perkara, akhirnya kami resmi jadikan tersangka," ujar Tagam kepada Lampost.co, Senin (21/5/2018).
Tagam menjelaskan kendati sudah naik tersangka, pihak penyidik kembali meminta penambahanan waktu penangkangkapan untuk 3x24 jam yang kedua. Hal tersebut untuk melakukan penyelidikan lanjutan, dan menentukan apakah Muchlis resmi ditahan sebagai tersangka, atau dikenakan wajib lapor.
"Penyidik sudah minta perpanjangan masa penangkapan, saya tanda tangan. Perpanjangan untuk mensinkronkan antara keterangan saksi dan terperiksa," katanya.
Selain itu, Tagam membenarkan rekening Muchlis terlacak transaksi keuangan yang tak wajar, dan juga ada dugaan kuat aliran dana (transfer) dari salah satu tersangka yakni Marzuli ke Muclis. Informasi dihimpun bisa mencapai Rp1 Miliar namun Tagam tak bisa memaparkan hasilnya secara rinci, karena bukan kewenangannya.
"Kami masih koordinasi dengan saksi ahli (red perwakilan Bank), dan Selasa besok dari Direktorat TPPU BNNP Pusat datang. Benar di BAP itu ada transfer, tapi kan pihak Bank, PPATK sama TPPU nanti yang mengecek keabsahannya jam tanggal, dan sudah berapa kali," kata mantan Kapolrestabes Medan itu.
Sementara Plt Kabid Brantas BNNP Lampung, Richard PL Tobing mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman pemeriksaan. Apakah, masih ada keterkaitan Kalapas dengan orang lain, yang berpotensi diperiksa.
"Ya kita tambah lagi 3x24 jam untuk diperiksa. kita masih mensinkronkan keterangan saksi dan pak Muchlis,"katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR