Jakarta (Lampost.co) -- Kondisi tubuh aktivis media sosial Jonru Ginting menurun. Jonru sakit karena diperiksa maraton sejak Kamis 28 September hingga Minggu 1 Oktober 2017 di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Kuasa hukum Jonru, Juju Purwantoro, mengatakan pihaknya meminta penundaan pemeriksaan siang ini. "Kesehatannya itu, dia batuk kemudian drop kekuatan tubuhnya, karena kan empat hari berturut-turut," kata Juju saat dikonfirmasi, Senin 2 Oktober 2017.



Juju meminta penyidik Polda Metro memeriksakan kesehatan kliennya ke dokter. Ia juga berharap penyidik tak memaksakan pemeriksaan Jonru dalam kasus ujaran kebencian itu.

"Artinya kita menghendaki agar proses pemeriksaan seseorang sebagai saksi tersangka itu harus mempertimbangkan faktor-faktor kesehatan dan hak asasi manusia (HAM)," jelas Juju.

Jonru dilaporkan Muannas Al Aidid, Kamis 31 Agustus 2017. Dalam laporan bernomor LP/4153/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimsus itu, Jonru disebut menebar ujaran kebencian di media sosial pada periode Maret hingga Agustus 2017. Laporan merujuk pada Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Jonru juga sudah dilaporkan atas kasus yang sama oleh seorang pengacara bernama M. Zakir Rasyidin.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR