LIWA (Lampost.co) -- Nopiyanto (28), pelaku percobaan pembobol ATM salah satu bank pemerintah di Sekincau pada Minggu lalu, akhirnya diamankan jajaran Polres Lambar pada Senin sore, 9 September 2019.  Pelaku merupakan warga  Desa Waya Krui, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.

 



Nopiyanto ditangkap aparat Polsek Sumberjaya setelah masuk ke rumah salah satu warga di pemangku Margautama II, jalan menuju lokasi kebun strowberi Pekon Puralaksana dengan alasan hendak mengisi daya handphone.

 

Kepada warga itu, pelaku mengaku bahwa dirinya sedang dikejar polisi karena hendak membobol ATM. Warga langsung menyampaikan informasi itu kepada peratin setempat dan diteruskan ke petugas.

Petugas langsung mendatangi rumah warga itu dan menangkap tersangka. Tersangka mengaku, jika dirinya melakukan rencana pembobolan ATM itu karena diajak rekannya. Namun sejak kejadian dikejar petugas, ia dan rekanya  yang saat ini masih dalam DPO petugas itu menjadi terpisah karena melarikan diri.

 

Kapolsek Sekincau Kompol Suharjono mendampingi Kapolres Lambar AKBP Doni Wahyudi, Selasa, 10 September 2019 menjelaskan  aksi percobaan pembobolan mesin ATM  awalnya diketahui oleh satpam setempat.

 

Di dalam ruang ATM itu, kata Kapolsek, pelaku memasukan kartu ATM lalu menganjal mesin ATM menggunakan benda sejenis lidi. Namun aksi pelaku itu diketahui oleh satpam Bank bernama Andi.

 

Mengetahui aksi itu, Satpam lalu menegurnya. Namun pelaku melawan hingga keduanya berkelahi. Di karenakan aksinya gagal dan masyarakat sekitar banyak yang mengetahuinya.

Pelaku kemudian mengancam satpam dengan pistol (senpi) dari pinggangnya lalu. Selanjutnya, pelaku  langsung kabur dengan mobilnya ke arah Fajarbulan.

 

Namun sampai di sekitar pasar Minggu, Kelurahan Fajarbulan, pelaku masuk ke gang buntu di belakang pasar Minggu, kelurahan Fajarbulan dan meninggalkan mobilnya. Pelaku diduga tidak mengetahui medan jalan sehingga meninggalkan mobilnya lalu kabur karena mengetahui jika dirinya sedang dikejar.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR