PESAWARAN (Lampost.co) - Dengan dalih telah melakukan nikah gaib, salah satu pimpinan pondok di Kabupaten Pesawaran mencabuli salah satu santrinya hingga puluhan kali.

Kasusu itu diungkapkan Wakapolres Pesawaran Kompol Handak Prakarsa Qolbi didampingi Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Enrico Donald Sidauruk, Selasa, 10 September 2019.



Wakapolres dalam eksposenya mengatakan, pada Mei 2019 lalu, orang tua korban YA (14), mengantarkan anaknya ke salah satu pondok pesantren di Pesawaran untuk belajar agama.

"Setelah dua bulan mondok di pesantren tersebut, AH selaku pimpinan pondok rupanya menyimpan rasa terhadap anak ini, dan ingin menjadikannya istri," ungkapnya.

Lanjutnya, setelah korban diyakinkan dengan tersangka telah menikah gaib, AH pun melancarkan aksi hubungan badan dengan korban di salah satu kamar di pondok pesantren tersebut.

"Kalau dari pengakuan korban, tersangka AH sudah melakukan hubungan badan berulang kali dengannya, dan keterangan itu juga telah dibenarkan oleh tersangka," paparnya.

Ia mengatakan, setelah korban dijemput orang tuanya pulang ke rumah, saat itulah korban menceritakan hal keji yang dilakukan pimpinan pondok pesantrennya kepada korban.

"Tidak terima perbuatan pelaku, orang tua korban melaporkan hal ini ke Polres Pesawaran. Pada 9 Agustus lalu kami mengamankan pelaku di pondok pesantren miliknya," jelasnya.

Diketahui dalam penagkapan itu barang bukti yang turut diamankan petugas yakni, satu baju warna hitam, sarung hitam, baju kemeja hitam, jilbab berwarna biru.

Kemudian turut disita aparat, rok warna hitam, celana dalam warna hitam, BH warna putih, kaos dalam warna putih dengan motif hijau, celana pendek warna merah.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR