Roma (Lampost.co) -- AC Milan harus menelan pil pahit kala dipecundangi Lazio 4-1 pada giornata ketiga Serie-A, Minggu 10 September. Kekalahan di Stadion Olimpico itu disebut Leonardo Bonucci sebagai tamparan keras di muka.

Bek 30 tahun yang memimpin pertahanan Rossoneri itu memang sudah dibuat kocar-kacir Lazio di babak pertama. Biancocelesti sudah unggul 2-0 di babak pertama, sebelum menambah dua gol lagi di paruh kedua.



Ia bahkan menyebut jika gol pertama Lazio lewat titik putih menjadi sumber runtuhnya mental bertanding Milan. Membuat mantan bek Juventus itu menuntut Milan memperbaiki permainan.

"Kekalahan ini jangan mengubah ambisi kami, jadikan pelajaran berharga. Kami harusnya lebih kompak sepanjang laga, tapi penalti itu membuat kami runtuh," tutur Bonucci kepada Mediaset Premium.

"Kami harus mengibaratkan kekalahan ini sebagai tamparan keras di muka. Kami tidak memiliki keyakinan bisa melukai Lazio, dan saat mereka mencetak gol pada percobaan pertamanya, hal itu yang menghilangkan kepercayaan diri kami," sambungnya.

Kekalahan itu membuat tren positif Milan pada dua laga awal tercoreng. Rossoneri harus puas turun ke peringkat tujuh dengan tetap meraih enam poin, sementara Lazio menyodok ke urutan empat dengan tujuh poin.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR