KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Sosial Kabupaten Lampung Selatan hingga kini masih melakukan verifikasi dan validasi data keluarga penerima manfaat (KPM) untuk program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Pendataan ini dilakukan untuk mendapatkan data riil KPM, yang disesuaikan dengan jumlah kuota bantuan yang mencapai 79.498 KPM. Sekretaris Dinas Sosial Ahmad Rhodi mengatakan hingga kini sudah ada 195 desa dari 17 kecamatan yang telah mengentri data terkait pelaksanaan program BPNT tersebut.



"Targetnya, Agustus 2018 ini selesai," ujar dia, ketika ditemui di kantornya, Kamis (9/8/2018).

Dia menambahkan, jika telah rampung seutuhnya, data tersebut nantinya akan di explore file ke Kementerian Sosial dan selanjutnya dimasukan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation. "Jadi data penerima itu jelas dan data dari aplikasi ini dapat diakses di kantor desa masing-masing," tambah Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Lamsel.

Disinggung terkait dengan keberadaan tempat penukaran barang atau E-Warong Ahmad Rhodi menekankan, setiap desa minimal mendaftarkan 1 unit warung dalam setiap pengentrian untuk dijadikan tempat penukaran barang.

"Bisa E-Warong dan bisa BUMDes atau apapun itu sebagai tempat untuk penukaran. Harapan kami kalau bisa dua tempat untuk satu desa," ungkap Rhodi.

Dia menegaskan verifikasi dan validasi data itu dilakukan untuk menjaring data KPM yang telah meninggal dunia, pindah tempat dan yang telah mampu. Sehingga dapat memperoleh data rill atau data basis terpadu.

"Semestinya dengan adanya data basis terpadu ini, semua orang miskin harus mendapatkan pelayanan kemiskinan terpadu seperti KIP, KIS, PKH, BPNT sesuai dengan ketentuan persyaratan yang berlaku," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lampung Selatan Ahmad Gustus mengatakan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi sementara, telah terjadi pergerakan 5-10 persen jumlah KPM.

"Kuotanya sama, cuma yang bergerak itu KPM-nya, karena meninggal dunia, pindah dan perubahan ekonomi," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR