SUKADANA (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim baik langsung atau melalui usnur petugas Puskesmas di  kecamatan rutin melakukan kegiatan penyelidikan epidemologi dan fogging (penyemprotan).

Hal itu dilakukan untuk menekan dan mengantisipasi serangan penyakit demam berdarah, meski intensitas serangan penyakit berbahaya itu mulai menunjukkan kecenderungan menurun.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Nur Syamsu, Selasa (12/3/2019) menjelaskan, beberapa bulan terakhir serangan penyakit DBD di Kabupaten Lamtim memang menunjukkan kencenderungan menurun.



Pada Januari 2019 jumlah warga terserang penyakit DBD tercatat 199 orang. Kemudian pada Februari 2019 jumlah menurun menjadi 69 orang warga yang diserang DBD. Sementara untuk Maret 2019, hingga Selasa (12/3/2019) tercatat sejumlah 7 warga Lamtim yang terkena serangan DBD.

“Dari data itu kan bisa terlihat bahwa beberapa bulan terakhir intensitas serangan penyakit DBD terhadap warga di Lamtim cenderung menurun,” katanya.
Namun meski demikian, kata Nur Syamsu, pihaknya tetap tidak mau ambil resiko. Karenanya disamping peringatan agar masyarakat tetap waspada, pihak Dinas Kesehatan baik langsung atau melalui unsur petugas Puskesmas tetap rutin melakukan langkah antisipasi.
Langkah antisipasi yang tetap rutin dilakukan yaitu penyelidikan epidemologi (PE) dan fogging. Baik PE dan fogging dilakukan di lokasi warga yang diserang DBD atau juga lingkungan sekitarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR