KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Lampung Selatan hingga kini belum mendapatkan pemberitahuan, dan perintah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penarikan obat ranitidin (Penurun Asam Lambung) yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA). 

"Untuk kita di lingkup Dinas Kesehatan Lampung Selatan dan puskesmas yang ada ranitidin tablet 150 mg belum ada perintah atau pemberitahuan dari BPOM, guna melakukan penarikan," ujar Kepala Seksi Kasie Farmasi Makanan dan Minuman ( Farmakmin ) Dinkes Lamsel Johardi, Kamis 10 Oktober 2019).



Menurut dia, pihak Dinkes Lampung Selatan telah meneruskan rekomendasi BPOM tentang informasi awal untuk tenaga profesional  kesehatan terkait keamanan produk yang mengandung bahan aktif ranitidin   ke tiap puskesmas di wilayah kabupaten ini.

"Hingga kini obat rantidin yang tablet masih, selama belum ada pemberitahuan penarikan dari BPOM," katanya.

Sebelumnya, diberitakan Lampost.co, sejumlah puskesmas di Lampung Selatan, hingga kini belum mendapatkan intruksi penarikan obat Ranitidin yang terkontaminasi N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melarang penggunaan obat Ranitidin sebagai penurun asam lambung.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR