KALIANDA (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan hingga kini belum mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium sampel makanan yang diduga menjadi penyebab ratusan masyarakat Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro mengalami diare masal beberapa waktu lalu.

"Sampai hari ini belum ada hasil pemerikaaan laboratorium di meja kerja saya. Nanti, kalau sudah ada langsung saya beritahu,"ujar Kepala Dinkes Lampung Selatan, Jimmy Baggas Hutapea, Senin (16/7/2018), ketika ditemui di Lingkup Kantor Bupati Lamsel.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Jimmy Baggas Hutapea mengatakan hasil laboratorium sempel makanan tersebut diinformasikannya akan keluar pada awal pekan depan. "Informasi yang disampaikan ke kita, Senin depan,"ujar Jimmy, Senin (9/7/2018).



Dia menjelaskan pihaknya melayangkan 19 sempel makanan untuk di periksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
"Jumlah sampel makanan banyak, ya seluruh makan yang sempat di konsumsi oleh para korban di kirimkan ke laboratorium," jelasnya.
Jimmy mengungkapkan masyarakat yang diduga menjadi korban diare itu rata-rata mengalami mual-mual dan muntah-muntah. Selain itu, terdapat satu orang korban yang sempat mengalami kejang-kejang.
"Untuk korban diare yang sempat di rawat puskesmas dan posko kesehatan sudah dipulangkan kerumahnya masing-masing. Karena, kondisinya telah membaik,"ungkapnya.
Mantan Direktur RSUD Bob Bazar itu pun memerintahkan untuk seluruh jajaran kesehatan di Puskesmas setempat melihat kondisi korban paska terjadi diare massal.
"Kita sudah minta jajaran dibawah untuk monitor ke rumah-rumah pasien, untuk memastikan kondisi korban sampai sembuh total. Selain itu, kita mengimbau masyarakat untuk mendatangi puskesmas terdekat bila masih timbul gejala mual-mual dan muntah-muntah," tambahnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR