KOTABUMI (Lampost.co) -- Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Utara menggelar pertemuan orientasi antenatal care (ANC) terpadu terintegrasi penyakit tidak menular (PTM) bagi tenaga bidan di aula gedung Korpri, Kotabumi, Senin (13/8/2018).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Daning Pujiarti, di acara mengatakan pertemuan ANC terpadu terintegrasi penyakit tidak menular (PTM) bagi bidan ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemeriksaan kehamilan. Khususnya memastikan kesehatan mental dan fisik ibu hamil sehingga mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi si ibu secara wajar.



Dalam pemeriksaan kesehatan ibu hamil ini, bidan mesti melakukan skrining PTM seperti riwayat keluarga diabetes melitus (DM), usia lanjut (diatas 35 tahun) dan multigravida (sudah lima kali melahirkan). Dilanjutkan obesitas (kegemukan), riwayat DMG, pernah melahirkan bayi 4 kg, riwayat bayi mati, riwayat abartus (keguguran), adanya gluosuri, hipertensi, asma serta jantung.

"Pertemuan ini merupakan pembekalan bagi bidan sebab, ibu hamil bukan ibu sehat tapi ibu yang beresiko. Sehingga sering kali saat pemeriksaan sebelum kehamilan dia dalam kondisi sehat, tapi saat kehamilan PTM sering kali timbul dan ini menjadi kendala sampai si ibu melahirkan. Bila tidak diketahui dan ditangani sedini mungkin oleh bidan, maka saat melahirkan resiko keguguran lebih besar yang itu bukan hanya membahayakan si janin tapi juga si ibu," ujarnya pada Lampost.co.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR