LIWA (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan Lampung Barat Kamis (2/5/2019) menggelar sosialisasi "Gerakan Cerdas Menggunakan Obat" yang diikuti para kepala puskesmas dan kepala seksi bagian farma pada puskesmas se-Lampung Barat.

Kegiatan itu dipusatkan di aula Bappeda Lambar dan diisi oleh pemateri dari bidang farmasi, makanan dan minuman pada Dinas Kesehatan Lambar Gustin Hidayati.



Dalam acara itu, Gustin mewakili Kepala Dinas Kesehatan Lambar Paijo, menyampaikan berdasarkan hasil reset kesehatan dasar pada tahun 2013 Lambar menunjukan bahwa proporsi rumah tangga yang menyimpan obat adalah 19,6%. Dari jumlah itu sebesar 84,7% diantaranya menyimpan obat keras dan 80,4% juga menyimpan antibiotika.

Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Adapun ciri-ciri penggunaan obat yang tidak rasional yaitu peresepan berlebih, peresepan kurang, peresepan majemuk, dan peresepan salah. Penggunaan obat bebas secara berlebihan akan mengakibatkan efek samping dan interaksi obat, penyalahgunaan obat sering terjadi pada masyarakat sehingga menyebabkan masalah kesehatan baru.

"Untuk itu, diperlu dilakukan upaya secara bersama antara pemerintah dengan masyarakat melalui rangkaian kegiatan sosialisasi. Hal ini untuk mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Salahsatunya melalui kegiatan sosialisasi ini," kata dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR