MESUJI (Lampost.co) -- Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mesuji, Nazmul Fikri, mengatakan jika pengguna jalan harus bertanggung jawab terhadap cepat rusaknya jalan kabupaten di Mesuji.

Menurut Kiki, rusaknya beberapa titik ruas jalan kabupaten yang baru diperbaiki rekanan karena pengguna jalan menggunakan jalan melebihi kapasitas kemampuan jalan.



"Problem di lapangan bukan hanya masalah teknis, akan tetapi kerusakan jalan disebabkan karena kapasitas kendaraan yang melintas melebihi spesipikasi kendaraan yang tertera dalam design perencanaan. Regulasi yang mengatur pembatasan tonase belum ada," kata Kiki, Kamis (17/5/2018).

Hal ini, lanjut dia menyebabkan usia jalan menjadi tidak sesuai dengan usia rencana. "Perlu dipahami bahwa DPUPR pada tupoksinya sebagai dinas pembangun jalan. Untuk menjaga jalan itu kewenangan pada dinas lain," katanya.

Kiki juga menegaskan jika hasil perbaikan rekanan yang asal jadi diberi tanda kotak oleh Dinas PU.

Pantauan Lampost.co, kondisi perbaikan ruas jalan kabupaten di Desa Ajijaya menuju Desa Muktikarya tidak dikerjakan dengan maksimal. Permukaan jalan hasil perbaikan tidak rata dan berada dibawah permukaan ruas jalan yang masih berkondisi baik.

"Katanya diperbaiki, tapi aspalnya cuman disiram-siram saja. Permukaannya juga bergelombang dan tidak rata seperti asal-asalan," kata warga sekitar yang enggan disebut namanya yang melihat proses perbaikan sejak awal.

PENULIS

Ridwan Anas

TAGS


KOMENTAR