KOTABUMI (Lampost.co) -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lampung Utara intensifkan sosialisasi kebawah dalam melindungi anak dari predator di lingkungannya masing-masing.

Kepala PPPA Lampung Utara Maya Manan, Kamis (30/8/2018), mengatakan dalam mengantisipasi kejadian (kekerasan) yang tidak diinginkan pada anak, khususnya di bawah umur pihaknya saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dengan langsung menerjunkan tim ditengah-tengah masyarakat. 



"Petugas kami turun kebawah menggunakan molin (mobil perlindungan anak dan perempuan). Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada keluarga agar dapat memberikan perlindungan kepada  putra-putrinya. Dengan berinteraksi aktif, menggali dan mengekplorasi sehingga dapat memotivasi menghindari hal-hal yang berbau negatif. Khususnya maraknya penggunaan gadget pada media sosial belakangan ini," kata dia di ruangannya, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, angka kekerasan pada anak saat ini cendrung meningkat dikarenakan kesadaran masyarakat akan hukum mulai membaik. Sehingga banyak diantaranya melaporkan kejadian menimpa pada anak, baik itu orang tua maupun keluarga. Dan pihaknya menyambut baik hal ini, sebab, dengan demikian tugas mereka semakin ringan dalam memberikan pendampingan.

"Saat ini satgas kita telah ada disetiap desa, tugas mereka memberikan laporan dan pendampingan sebelum petugas dari kabupaten turun. Selain itu, dibantu dengan organisasi kemasyaratan seperti Kepal. Mudah-mudah dapat menurunkan angka kekerasan pada anak, khususnya kaum perempuan," terangnya.

Pihaknya sangat menyayangkan beberapa kejadian, orang tua atau keluarga kerabat korban kekerasan anak terkadang mau diajak berdamai. Sehingga tidak ada punishment yang berlaku bagi sang predator anak, padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk memberikan efek jera pada pelakunya.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR