BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung telah mengambil sampel dari ayam milik warga di kelurahan Campang Jaya yang mati mendadak, untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut terhadap identifikasi apakah unggas tersebut terpapar virus H5NI atau flu burung atau tidak. 

“Saat ini sampel masih kita cek kembali di lab untuk mengetahui lebih rinci apakah kematian ayam warga disebabkan virus H5N1 atau tidak. Meskipun sudah kita lakukan test kip di lapangan, namun perlu juga untuk uji laboratorium,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung Agustini, Jumat (8/2/2019).  



Menurutnya,  hasil uji lab itu dapat diketahui setelah satu minggu sejak pengujian di lab dilakukan, dan sampai saat ini Dinas masih menunggu hasilnya.
“Saat ini belum bisa kita ketahui karena masih proses pengujian, apakah posituf flu burung atau tidak. Prosesnya cukup lama,  diperkirakan selasa depan hasil lab nya baru dapat diketahui,” ujarnya.  

Sebelumnya, Sarinah (51) warga Kelurahan Campang Jaya, menuturkan bahwa ayam miliknya sudah 10 ekor yang mati mendadak secara berurutan pada pekan lalu. 
“Banyak ada 10 ekor ayam saya yang mati,  masih kecil-kecil itu mati sehari ada 1 sampai dua ekor,  terus terakhir induknya ayam-ayam mati,” ujar Sarinah.  
Dirinya menjelaskan, sampai saat ini ayam miliknya belum ada yang mati secara mendadak lagi. Hal itu diutarakannya setelah dilakukan penyemprotan vaksin oleh petugas Dinas Pertanian setempat. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR