MENGGALA (Lampost.co) -- Sekretaris Dinas Pertanian Tulangbawang, Kenedi mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima pengaduan maupun keluhan petani mengenai peredaran pupuk palsu di wilayah setempat.

"Kami belum menerima pengaduan petani atau gapoktan tentang peredaran pupuk palsu dan menggunakan pupuk palsu," kata Kenedi, ditemui di ruang kerjanya mewakili Kepala Dinas setempat Sumarno, Kamis (22/2/2018).



Menurutnya menindak lanjuti perintah Bupati, jajaranya sudah melakukan kroscek di lapangan untuk memastikan adanya peredaran pupuk di tingkat pedagang.

"Kita sudah kroscek kok kemarin dilapangan ke kios kios resmi. Enggak ada pupuk palsu yang dijual disana," kata Kenedi, didampingi Kasi Pupuk dan Pestisida dinas setempat, Irham.

Kenedi menuturkan untuk saat ini kios resmi yang menjual pupuk di wilayah Tulangbawang diperkirakan ada 100 kios lebih. Ia menegaskan jika memang dilapangan ada kios resmi yang menjual pupuk palsu, maka pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

"Kita akan cabut ijinnya kalau memang ada kios resmi menjual pupuk palsu," katanya.

Ia menuturkan untuk membedakan pupuk palsu dan asli dapat dilihat secara visual berbeda dari segi bentuknya. Terkait jumlah luas lahan perkebunan di wilayah Tulangbawang. Dirinya belum mengetahui secara pasti berapa jumlah luasnya.

 

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR