KOTABUMI (Lampost.co) -- Adanya selisih angka luas lahan baku sawah seluas 8.693 hektare (ha) dengan pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara menggelar ukur ulang luas lahan baku sawah dengan aplikasi e-reporting yang melibatkan petugas penyuluh pertanian di tiap unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura.

Kasi Produksi dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian (Distan), Kabupaten Lampung Utara, Muntofik,  di ruang kerjanya, Senin (17/12/2018) mengatakan untuk menetapkan data luas riil lahan baku sawah dengan pihak BPN, pihaknya menggelar ukur ulang luas lahan baku sawah melalui UPTD yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura dengan metode yang disepakati bersama antara Distan dan BPN dengan sistem e-reporting.



Pelaksanaan ukur ulang luas lahan baku sawah ini, menyusul adanya perbedaan data dengan selisih angka 8.693 ha antara pihak BPN dengan catatan data seluas 10.186 ha dan Distan seluas 18.849 ha.

Berita terkait:

Data Luas Sawah di Lampura Antara Dinas Pertanian dan BPN Berbeda

"Selisih angka luas lahan baku sawah di Lampung Utara terjadi karena belum adanya metode pengukuran yang disepakati bersama antara pihak BPN dan Distan. Saat itu, pengukuran yang dilakukan pihak BPN berdasarkan data luas lahan sawah yang bersertifikat sedangkan pengukuran pihak Distan merujuk laporan kelompok tani (Poktan) di desa yang di himpun UPTD di 23 kecamatan se-Lampura," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR