KALIANDA (Lampost.co) -- Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Lampung Selatan, bersama petani lakukan gerakan pengendalian hama wereng  persawahan Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Jum'at (14/6/2019).

Gerakan pengendalian tersebut bertujuan untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama wereng yang terjadi dalam dua pekan terakhir. Adapun sasarannya di lahan yang memiliki usia tanam berkisar 30-80 hari setelah tanam (HST).



Kepala UPTD P3 Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan gerakan pengendalian hama wereng dilakukan dilahan seluas 61 hektare di Desa Bandanhurip. Pengendalian hama wereng itu dilaksanakan dilahan tanaman yang terancam. 

"Untuk awalan ini kita lakukan di lahan seluas 61 hektare tanaman padi yang terancam. Dimana, pengendalian ini dilakukan secara swadaya dan dibantu dari Dinas Tanaman, Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamsel," kata dia, Jum'at (14/6/2019).

Menurutnya, tanaman padi yang menjadi sasaran dalam gerakan pengendalian hama wereng itu meliputi lahan di Desa Bandanhurip, Palaspasemah, Pulautengah, Palasjaya, Mekarmulya dan Pematangbaru.

"Keenam desa itu memang dinilai rawan dari hama wereng. Untuk luasan yang dinilai rawan seluas 1.195 hektare. Dimana, usia tanaman masih berkisar 15-100 HST," kata dia.

Agus mengatakan penyemprotan hama wereng itu menggunakan insektisida berbahan aktif buthyl phenyl methyl carbamate (BPMC) dan Dimohipo. Pengendalian hama wereng ini juga harus dilakukan dengan tepat waktu, tepat cara, tepat obat dan tepat dosis.

"Harapan ini kami dengan adanya pengendalian dengan penyemprotan masal, dengan tepat waktu, tepat cara, tepat obat dan tepat dosisi ini, potensi meluasnya serangan wereng bisa dikendalikan sehingga tidak menyebabkan kerugian yang dialami petani," katanya

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR