KOTABUMI (Lampost.co)--Dinas Pertanian (Diskan) Kabupaten Lampung Utara, memverifikasi data jumlah penerima asuransi nelayan tangkap yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai besar maupun bendungan di kabupaten setempat pada 2018.
Kepala Seksi Budi Daya Ikan dan Tangkap, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lampung Utara, Yusroni Yati, di ruang kerjanya, Senin (22/1/2018), mengatakan verifikasi bertujuan memperbarui data jumlah nelayan tangkap yang beroperasi di sepanjang aliran sungai besar maupun bendungan di kabupaten setempat. Dengan data tersebut, selain pihak mengetahui berapa jumlah nelayan tangkap yang beroperasi di wilayah perairan kabupaten, juga akan memudahkan luncuran program asuransi nelayan tangkap dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2018.

"Dengan adanya data riil jumlah nelayan tangkap yang beroperasi diperairan umum Lampung Utara yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu nelayan, verifikasi ini juga memudahkan luncuran program asuransi nelayan tangkap TA 2018 dari kementerian bagi mereka" ujarnya.



Disinggung wilayah yang didata, Yusroni menjawab di bendungan Way Rarem Kecamatan AbungPekurun, Bendungan Way Tebabeng, Blambangan Pagar, Bendungan Wonomerto Kecamatan Kotabumi Utara dan Aliran Sungai Sindang Sari Kec. Kotabumi. Untuk jumlah nelayan tangkap yang terhimpun pada pendataan 2015 s/d 2017 lalu, tercatat ada  327 nelayan tangkap dan dimungkinkan jumlahnya akan bertambah seiring luasnya cakupan perairan yang didata.  Dari jumlah tersebut, 130 nelayan diantaranya telah diasuransikan pada program asuransi nelayah tangkap dari kementerian  bekerja sama dengan PT Jasindo.

"Saat ini Diskan Lampura belum menerima kuota jumlah nelayan tangkap yang akan mendapat program asuransi dari kementerian di 2018, hanya saja, data jumlah nelayan tangkap mesti di verifikasi ulang sebab, bisa jadi datanya berubah" kata Yusroni.

Ditanya tentang asuransi nelayan tangkap, Yusroni menjawab, mereka 
akan menerima jaminan santunan kecelakaan baik cacat maupun meninggal. Dengan nilai santunan bila kecelakaan saat beraktivitas melakukan tangkapan, kalau meninggal sebesar Rp 100 juta dan  cacat tetap Rp 100 juta ditambah Rp 20 juta untuk biaya pengobatan. Sementara, bila tidak melakukan aktivitas dan meninggal mendapat santunan Rp160 juta dan untuk cacat tetap terbagi tiga katagori umur, yakni; usia 17 tahun s/d 45 tahun mendapat Rp 160 juta, usia 46 tahun s/d 55 tahun (Rp40 juta) dan usia 56 tahun s/d 65 tahun (Rp20 juta). 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR