PRINGSEWU (Lampost.co) -- Dinas Perikanan Kabupaten Pringsewu akan memberdayakan kelompok petani ikan untuk membuat pakan mandiri apung.

Kadis Perikanan Kabupaten Pringsewu Moch. Yusuf saat di temui di kantornya, Rabu (23/5/2018) mengatakan pihaknya berencana akan membuat pakan mandiri apung yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pakan pabrikan. Dia menyataan pakan apung rencananya akan di buat kadar protein rendah untuk mencukupi kebutuhan ikan patin dan gurame.



Dia menjelaskan sudah ada dua kelompok petani ikan yang membuat pakan mandiri tetapi pakan tenggelam. Pakan tenggelam kelemahannya sulit di pantau dan permintaan masyarakat tinggi untuk pakan apung.

Menurutnya kalau saja bisa menyuplai 5 persen saja sudah bagus, dengan kebutuhan pakan 600 ton per bulan.

Yang jelas sudah dua kelompok telah siap membuat pakan apung. Dinas Perikanan juga akan menganggarkan untuk membeli alat membuat pakan agar bisa maksimal. "Saat ini kemampuan pakan tengelam baru bisa memproduksi 4 ton per bulan," ujarnya.

Menurutnya untuk membuat pakan ikan apung dibutuhkan dedak halus (bakatul), jagung, tepung ikan, tepung tulang ikan, dan bungkil kedelai. Menurutnya pakan buatan mandiri nilai pembuatannya lebih murah 50 persen dari harga beli pakan pabrikan. Pakan buatan nilai produksi 5000 per kilo, sedangkan pakan pabrikan bisa Rp10-11 ribu per kilo.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR