KRUI (Lampost.co) -- Dinas Perikanan Pesisir Barat menyayangkan para petambak di kabupaten setempat tidak melaporkan ke pihak dinas, soal terjadinya panen lebih awal (dini) udang dari jadwal di tambak budidaya akibat serangan virus Myo.

"Sangat disayangkan, petambak tidak ada yang melaporkan kejadian udang yang di panen lebih awal dikarenakan penyakit Myo. Perlu koordinasi dan penelitian lebih lanjut apa benar udang banyak mati dikarenakan penyakit Myo atau penyakit lain," kata Kepala Dinas Perikanan Pesisir Barat, Hasnul Abrar, kepada Lampost.co, Senin (30/4/2018).



Hasnul mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya udang, antara lain,  kualitas air dan lingkungan, bibit, pakan, dan cara pengelolaan pemeliharaan udang.

"Kegagalan panen bisa saja faktor karena penyakit Myo tersebut. Beberapa waktu lalu tim dari Badan Karantina Perikanan sudah mengecek kualitas air di beberapa tambak. Hasilnya kualitas air yang ada baik," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR