SUKADANA (Lampost.co)--Meski belum muncul lagi kasus gigitan anjing pengidap penyakit rabies terhadap manusia, namun Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim tetap rutin melaksanakan vaksinasi anti rabies terhadap hewan penular rabies (HPR). Vaksinasi HPR dengan prioritas hewan anjing tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kasus penyebaran dan penularan penyakit rabies di wilayah Kabupaten Lamtim.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim, Himawan Santosa, Kamis (5/7/2018) kepada lampost.co menjelaskan, setelah dalam kurun waktu Januari-April 2018 di wilayah Kabupaten Lamtim sempat  muncul beberapa kasus gigitan anjing terhadap manusia, namun dua bulan terakhir belum terdengar lagi munculnya kejadian serupa.
Himawan mengatakan meski dua bulan terakhir Kabupaten Lamtim terhitung aman dari kasus serangan penyakit rabies, namun pihaknya tetap tak mau ambil resiko. Sebab  penyakit rabies  merupakan salah satu jenis penyakit yang tergolong sangat berbahaya. Karena disamping bisa menular kepada manusia melalui cakaran atau gigitan HPR pengidap rabies, penyakit tersebut juga sangat mematikan bila lengah dalam penanganannya. 
Kabupaten Lamtim sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang tercatat sebagai daerah merah serangan penyakit rabies. Sebab setiap tahun dipastikan penyakit rabies tersebut selalu saja muncul bahkan hingga menular kepada manusia. 
Oleh sebab itulah maka kata Himawan, pihaknya tetap tidak mau ambil resiko. Sehingga tetap rutin  melakukan langkah-langkah antisipasi seperti vaksinasi anti rabies terhadap HPR guna meminimalisir kasus penyebaran atau penularan penyakit tersebut. 
Dalam pelaksanaannya pihaknya memprioritaskan vaksinasi anti rabies  pada wilayah kecamatan dengan jumlah populasi HPR khususnya anjing yang paling banyak. Pola prioritas wilayah kecamatan dengan jumlah HPR khusunya anjing tertinggi itu dilakukan karena pada wilayah kecamatan dimaksud memang memiliki kemungkinan yang juga cukup tinggi munculnya serangan penyakit rabies.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR