LIWA (Lampost.co) -- Guna mengatasi kelangkaan elpiji 3 kg di wilayah Lampung Barat, Dinas Koperindagpas setempat segera akan mengajukan operasi pasar (OP) gas elpiji ukuran 3 kg.

Kabid perdagangan Dinas Koperindagpas Lambar Sri Hartati mendampingi Kadis Amirian, Rabu (29/8/2018) mengatakan pihaknya melalui bupati akan mengajukan permintaan OP gas 3 kg kepada pihak Pertamina.



Rencana itu sedang dalam proses untuk disampaikan ke bupati. Pihaknya juga akan menyurati para camat terkait untuk meminta dukungan terhadap rencana itu.

Adapun usulan OP itu akan dilaksanakan di lima kecamatan yaitu Kecamatan Way Tenong, Balikbukit, Sekincau, Sukau dan Airhitam.

Menurutnya, usulan OP gas 3 kg itu rencananya akan dilaksanakan mulai 3-7 September mendatang dimulai dari Kecamatan Way Tenong. Lokasi OP di Way Tenong pihaknya mengusulkan untuk dipusatkan di Pasar Fajarbulan.

Sedangkan Balikbukit dipusatkan di Pasar Liwa. Untuk kecamatan Sekincau dipusatkan di pasar Bandarbetung. Kecamatan Sukau di pasar Sebelat dan Kecamatan Airhitam dipusatkan di pasar Talangsemarang.

Usulan OP gas 3kg ini adalah untuk menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kg yang telah terjadi sejak akhir Juli lalu, yang juga berimbas ke Lambar.

Sri menambahkan, kelangkaan elpiji 3 kg ini adalah akibat banyaknya petani di daerah bawah yang saat ini menyedot air menggunakan tenaga elpiji. Sehingga penyerapan kebutuhan gas 3 kg lebih banyak ke daerah sana.

Selain itu, kata dia, kelangkaan elpiji juga akibat penditribusian elpiji 3 kg secara maksimal juga masih belum tepat sasaran sepenuhnya. Sebab hingga saat ini masih banyaknya warga mampu bahkan disinyalir ada banyak pegawai yang masih menggunakan gas 3 kg. Padahal gas 3 kg itu seharusnya diperuntukan bagi warga miskin saja.

Kemudian pemilik usaha warung makan dan lain-lain yang juga masih ada yang menggunakan gas 3 kg.

Terkait hal ini lanjutnya, pihaknya mengimbau agar masyarakat berstatus pegawai dan warga yang mampu untuk tidak menggunakan gas 3 kg.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR