SUKADANA (Lampost.co)--Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur mengimbau warga untuk mewaspadai serangan penyakit tifus. Pasalnya, sejak Januari—Desember 2018, tercatat sejumlah 2.940 warga Lamtim yang ditangani karena suspect terserang penyakit tifus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim Syamsu Rizal, kepada lampost.co, Kamis (3/1/2019), menjelaskan penyakit tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini biasanya ada dalam air yang terkontaminasi dengan feses dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. 



Penyakit tifus yang biasanya ditandai dengan gejala demam tinggi, sakit kepala dan otot, mual, muntah, dan lain-lain, kata Rizal, tergolong penyakit yang cukup berbahaya.

Sebab selain mudah menular, jika penderitanya tidak atau terlambat ditangani secara serius, bisa menyebabkan komplikasi, misalnya usus bisa mengalami perdarahan dan berlubang (perforasi usus) serta dapat juga menyebabkan infeksi pada jaringan yang melapisi bagian dalam perut. “Kondisi seperti ini bisa berbahaya karena dapat mengancam jiwa penderitanya,” kata Rizal.

Khusus untuk Kabupaten Lamtim, lanjut Rizal, dalam kurun waktu Januari—Desember 2018, tercatat sudah 2.940 warga Lamtim yang ditangani karena suspect terserang penyakit tifus. Ke-2.940 warga suspect terserang tifus tersebut terdiri dari, 1.538 (laki-laki) dan 1.402 (perempuan).

Pihaknya mengimbau agar warga Kabupaten Lamtim dapat mewaspadai serangan penyakit tifus tersebut. Apalagi pada kondisi musim hujan seperti saat ini yang sangat mendukung muncul dan berkembangnya penyakit tersebut. “Karena itu, kami mengimbau warga Lamtim untuk mewaspadai serangan penyakit tifus ini,” kata Rizal.

Adapun beberapa langkah kewaspadaan yang perlu dilakukan, ujarnya, antara lain menjaga sanitasi lingkungan agar tetap bersih, baik di dalam maupun di luar atau sekitar rumah. Kemudian, menghindari mengonsumsi makanan atau minuman yang diragukan kebersihannya. Selain itu, rajin mencuci tangan dengan bersih sebelum makan dan setelah dari toilet, serta segera berobat ke rumah sakit, puskesmas, atau petugas kesehatan terdekat jika terserang penyakit. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR