BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Seorang Guru SMKN 1 Bandar Lampung yakni Puji Supriyatin mempertanyakan kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Lampung, soal dugaan mutasi sepihak atas dirinya.

Hingga saat ini, pun Puji tak tahu dipindah ke mana dan sudah seminggu ia tidak mengajar. "Saya sadarnya pas 15 Juli 2019. Pas mau absen finger print, kok udah enggak ada. Sampai sekarang saya enggak tahu, sudah dipindahin apa gimana, jadi saya non-job," ujarnya, Senin (21/7/2019).



Ia menduga, lantaran vokal terhadap sekolah baik pengelolaan anggaran, Komite hingga Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ia mengaku sejak 2011 berada di sekolah tersebut sering mempertanyakan soal anggaran, khususnya uang-uang yang bersumber dari Komite atau sumbangan.

Puncaknya saat April hingga Mei 2019, ia bersama beberapa wali murid menyoal besaran uang Komite yakni Rp13 juta, dimana saja penggunananya. Ia pun sempat diberikan transparansi anggaran sekolah oleh kepala SMKN 1 Bandar Lampung, Edy Harjito, namun setelah di cek bukan data anggaran tersebut yang diminta oleh pihak wali murid bersama dirinya.

"Saya coba tanya ke sekolah, sama wali murid lain. Saya juga sudah buat laporan ke Ombudsman dan komunikasi dengan pihak Mendikbud," katanya.

Baca juga:

Guru SMK Dipolisikan, Begini Kata Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan

 

Namun, ia pun tersandung perkara pidana. Karena disebut menganiaya muridnya sendiri berinisial DN, dengan nomor laporan LP/B/2272/VI/2019/LPG/ Resta Balam tertanggal 24 Juni 2019. Kejadian tersebut berlangsung pada 17 Juni. "Saya sudah mengobrol ke orang tua (DN) sebelumnya. Kalau kita sudah saling memaafkan, saya tidak mukul. Cuma memberikan teguran dengan sedikit gerakan, makanya kok tiba-tiba ada laporan. Tapi saya siap untuk dipanggil polisi," katanya.

Dihubungi terpisah, orang tua DN yang enggan disebutkan namanya membenarkan pelaporan tersebut. Hasil visum pun sudah disampaikan ke kepolisian. Namun ia membantah ada unsur politis dan dorongan dari pihak lain, soal pelaporan tersebut. "Iya, anak saya sakit di muka bagian kanannya," kata orang tua DN yang enggan disebutkan namanya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rossef Efendi pun sudah memastikan laporkan tersebut memang ada. "Iya benar ditangani unit PPA, masih dilidik," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR