PANARAGAN (Lampost.co) -- Edi Winarso, kepala Puskesmas Mulya asri, kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) melapor ke kantor polisi sektor (Polsek) Tulangbawang tengah, atas tindakan penganiayaan dirinya oleh asistennya sendiri.

Dihadapan penyidik, pemilik klinik, Edi Winarso, Dayaasri kecamatan Tumijajar ini mengaku, dianiaya oleh SY, asisten apoteker pelaksana di Puskesmas Mulyaasri, pada, Selasa (2/7/2019)  pukul 12.30 WIB di dalam ruangan kepala Puskesmas tempatnya berkerja.



"Saat kami sedang berdiskusi dengan beberapa staf Puskesmas membicarakan persiapan akreditasi, tiba tiba pelaku masuk sambil teriak, Siapa yang mindahin saya!!!", kata Edi.

Kemudian pelaku menginjak kaki dan menjepit kedua paha korban sambil mengayunkan pukulan kearah badan bagian depan beberapa kali.

"Temen temen berteriak minta pelaku untuk sabar, namun dirinya masih tetap memukul saya sambil mengancam dan memaki maki saya," kata dia. 

Atas kejadian tersebut, Edi Winarso berinisiatif melakukan visum kemudian melaporkan kepada polisi peristiwa yang diduga dilatarbelakangi oleh tidak terimanya pelaku mendapatkan mutasi kerja dari Dinas Kesehatan Tubaba.

Untuk melengkapi bahan laporan, polisi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa beberapa potongan daun bunga plastik berikut potnya dan beberapa gelas minuman mineral berikut wadahnya yang berserakan diduga akibat peristiwa tersebut.

Hingga berita ini dituturkan, pelapor masih dilakukan pendalaman atas laporan tersebut diruang sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Tulangbawang Tengah.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR