KALIANDA (Lampost.co)-- Sekitar 800 hektare dari total 3.650 hektare luasan areal padi di Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan mengalami kekeringan sejak beberapa pekan terakhir.

Kepala BP3K kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Asep Awaludin menjelaskan sebagian petani di sejumlah desa sudah panen padi, seperti di desa Legundi, Ruguk, Tridarmayoga, dan Bangunrejo. Namun panen kali ini hasilnya merosot hingga 50 persen lantaran ancaman kekeringan dan gangguan hama.



"Ada sekitar 800 hektare hasil panen petani padi mengalami penurunan produksi akibat kurang air. Selain kekurangan air, hasil panen merosot juga disebabkan gangguan hama wereng dan keong," kata Asep kepada Lampost.co, Kamis (7/9/2017).

Menurut dia, Luas tanaman padi di kecamatan Ketapang yang tersebar di 17 desa pada musim gadu tahun ini mencapai 1.650 hektare. Namun belum ada ancaman gagal panen akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut sejak eberapa pekan terakhir.

"Tidak ada yang Poso (gagal panen) akibat kemarau. Hanya produksinya yang merosot lebih dari separo. Jika normal, lahan seluas 1 hektare bisa menghasilkan 7 sampai 8 ton, Namun saat ini hanya mendapatkan 3 ton padi," jelas Asep.

Disisi lain, Teguh (62) petani padi di desa Bangunrejo mengaku pasrah dengan hasil panennya nanti. Sebab saat melakukan pemupukan yang kedua tanmannya tidak mendapat pasokan air yang cukup."Kalau panen sih panen cuma hasilnya tidak memuaskan karena dilanda kekeringan. Syukur syukur balik modal, bisa untuk modal tanam musim rendeng nanti," ujar Teguh.

Meski dua hari ini hujan, ujar teguh, tidak akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman padinya membaik."Sudah telat, hujan kemarin tidak akan membuat tanaman padi kami membaik. Sebab 10 hari lagi sudah akan dipanen," pungkasnya.


Berbeda dengan tanaman padi yang masih berusia satu bulan. Mereka harus mengeluarkan biaya untuk sewa mesin pompa air. Namun disisi lain, petani yang mempunyai sawah yang jauh dari aliran sungai, dan embung atau penampungan air lainnya mengaku pasrah.
"Kami pasrah, mau ngaliri sawah jauh dari aliran sungai. Hujan tadi juga tidak membuat lahan basah. Kalau kemarau berkepanjangan bisa bisa padi yang sdang berbuah tersebut mati kekeringan," ujar Sarto, petani di desa Bangunrejo.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR