GUNUNG SUGIH (lampost.co) -- Dijanjikan sebungkus rokok sebagai imbalan untuk menjadi kurir narkoba, salah seorang warga Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Lamteng, Eko Wahyudi (23), harus berurusan dengan polisi.

Eko Wahyudi diduga melanggar pasal 114 ayat (1) jo pasal 115 ayat (1) dan atau pasal 6t3 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebab, saat ditangkap, di saku depan sebelah kanan celana tersangka, polisi menemukan sebungkus plastik berisi serbuk kristal bening yang diduga kuat sebagai narkoba jenis sabu-sabu.



Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut diperoleh dari seseorang bernama Syam, warga Kampung Tanjung Ratu dengan harga Rp200 ribu. Rencananya, sabu akan diserahkan kepada seseorang yang biasa dipanggil Mbak Edi.

Kapolsek Terbanggi Besar AKP Riki Ganjar Gumilang, Jumat (16/08/2019) mengatakan pada Kamis (15/08/2019) malam, sekitar pukul 20.30 Wib anggotanya menggelar patroli dalam rangka Ops Antik Krakatau 2019. Selanjutnya salah satu anggota kepolisian mendapat informasi ada warga di Bandarjaya Timur, Terbanggibesar hendak pesta narkoba. Buser segera menindaklanjuti informasi tersebut  dan mendatangi tempat kos tersangka Eko Wahyudi di belakang RM. Gadang Jaya Lk. III Kel. Bandar Jaya Timur Kec. Terbanggi Besar Kab. Lampung Tengah. Polisi mendapati yang bersangkutan sedang duduk di depan kamar kosnya. 

Anggota Buser segera menggeledah dan mendapati bubuk putih dalam plastik di saku celana tersangka yang diduga kuat adalah narkoba jenis sabu. Setelah diinterogasi, tersangka memberikan sejumlah keterangan.

"Pengakuan tersangka, dia akan dibelikan sebungkus rokok setelah menyerahkan sabu itu," terang Kapolsek.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR