BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Julian Afandi (26) warga Gunung Agung, Kampung Umbul Jeruk, Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung didakwa melakukan pencabulan berulang kali terhadap kekasihnya sendiri yang berstatus anak dibawah umur berinisial JL (15).

Dalam persidangan tertutup, Jaksa Desi Andriani Putri menuturkan perbuatan terdakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk saksi korban yaitu anak JL (15) melakukan persetubuhan.



Terdakwa melakukan tindak pidana bersalah melanggar Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 64 Ayat (1)  KUHP.

Perbuatan terdakwa dilakukan berulangkali dan berawal pada 23 Januari 2017, dimana saat itu terdakwa datang ke kediaman saksi korban dan berpamitan kepada orang tua korban untuk mengajak saksi korban pergi makan bakso. Sebelum makan bakso, terdakwa mengajak saksi korban ke rumahnya. Di ruang tamu rumah itu, terdakwa mengajak berhubungan badan dengan iming-iming bakal menikahi korban jika hamil.

Lalu terdakwa mengajak saksi masuk ke kamar disitu terdakwa memaksa korban hingga resleting celana saksi korban rusak, kemudian persetubuhan itu terjadi.

Kemudian lanjut jaksa, pencabulan selanjutnya terjadi pada 25 Januari 2017, dimana saat itu terdakwa mengajak korban untuk main keluar, namun korban dibawa kerumahnya yang tengah kosong saat itu, pencabulan kembali terulang.

Pencabulan selanjutnya terjadi pada hari berikutnya, dimana saksi datang ke tempat bekerja terdakwa lalu keduanya ke rumah terdakwa. Di rumah itu pencabulan ketiga kalinya terulang.

Hari berikutnya pencabulan itu terulang lagi, dimana saat itu terdakwa menjemput saksi korban ke rumahnya, kemudian terdakwa berpamitan kepada orang tua korban dengan alasan hendak membeli nasi goreng.

Bahwa benar berdasarkan visum ET Repertum No. 357/3252.D/VII.02/4.13/2017, JL pada bagian selaput darah mengalami luka robek lama, tanda-tanda sek sekunder tengah berkembang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR