BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Selain rumah warga dan warung, puting beliung yang terjadi Selasa (12/6) juga memporak porandakan Padang Golf Sukarame, Bandar Lampung. Akibat peristiwa itu pihak Padang Golf Sukarame mengalami kerugian mencapai Rp500 juta.

Manager Padang Golf Sukarame Salgio mengaku, dampak dari musibah puting beliung itu sangat besar, hingga menyebabkan kerusakan Padang Golf Sukarame mencapai 80 persen. Pohon pohon besar yang ditanam sejak 1977 terangkat dari tanah dan tumbang. Pohon tumbang yang jumlahnya mencapai ratusan itu terdiri dari pohon mahoni, alkasia, cemara, sengon.



"Itu yang besar besar yang nanam dari tahun 77 itu. Banyak mas, ratusan," kata Salgio kepada Lampost.co, Rabu (13/6/2018).

Selain pohon tumbang, musibah itu juga menyebabkan kerusakan pagar tembok. Bahkan tembok yang runtuh panjangnya mencapai 800 meter.

"Akibat peristiwa itu sangat besar sekali dampaknya, terutama kerugian materi mencapai Rp500 juta. Selain pohon tembok kita itu keliling hampir separo dari semua tembok roboh. Yang agak besar ya memperbaiki tembok yang roboh itu," kata dia.

Usai peristiwa itu, dua hari yakni sejak Selasa hingga Rabu ini tutup total. Pihaknya tengah memperbaiki kondisi lapangan golf tersebut agar dapat segera digunakan meski belum sepenuhnya.

"Untuk hari ini sementara kita bersihin yang area tempat main dulu, supaya tamu tamu kita yang mau main sebelum atau setelah lebaran bisa main," kata dia.

Dia mengatakan diperkirakan Kamis (14/6/2018), lapangan sudah bisa digunakan meski belum sepenuhnya. "Kita beresin yang penting tempat mainnya dulu. Mudah-mudahan besok pagi bisa main ya walau agak sedikit terganggu karena kayu kayu yang belum kita bereskan semua. Karena mau lebaran ini jadi penanganan kita agak lambat," kata dia juga mengaku masih was was akan terjadi bencana susulan.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR